PKBBLITAR.ID – Ribuan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari seluruh penjuru Kabupaten Blitar akan berkumpul dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang digelar pada 8-9 Agustus 2026 di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar. Momen ini dipastikan akan mengubah wajah Bumi Penataran menjadi lautan hijau, sebagai simbol kebangkitan dan konsolidasi partai berlambang bola dunia.
Kampung Coklat, Saksi Konsolidasi Ribuan Kader
Kampung Coklat, yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata edukasi, akan bertransformasi menjadi pusat konsolidasi politik terbesar di Kabupaten Blitar. Ribuan kader dari 22 kecamatan se-Kabupaten Blitar dipastikan akan membanjiri lokasi acara, membawa semangat baru dalam memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
Warna hijau, identitas khas PKB, diprediksi akan mendominasi seluruh sudut Kampung Coklat. Bendera, spanduk, hingga atribut partai lainnya akan memenuhi area acara, menciptakan pemandangan yang spektakuler dan menjadi simbol kebersamaan seluruh kader.
Musancab, Ajang Konsolidasi dan Regenerasi
Musancab merupakan forum musyawarah di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang bertujuan melakukan konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, serta memilih dan menyusun kepengurusan baru di tingkat kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyongsong kontestasi politik lima tahun mendatang, sekaligus wujud komitmen PKB dalam memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar periode 2026–2031, **Muhammad Rifa’i**, Musancab menjadi ajang penting untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tingkat kecamatan. Salah satu target utamanya adalah menciptakan ruang yang lebih luas bagi generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z, untuk berkiprah dalam struktur organisasi partai.
“PKB harus berani memulai regenerasi kepemimpinan. Ini bukan berarti menafikan pengurus lama, tetapi bagaimana memberikan ruang kepada generasi baru, termasuk Gen Z dan milenial, untuk masuk dan menjadi bagian dari perjalanan partai,” ujar Rifa’i.
Target 14 Kursi dan Kemenangan Pilkada 2029
Musancab yang akan berlangsung selama dua hari ini menjadi bagian dari persiapan menyongsong kontestasi politik lima tahun mendatang. Saat ini PKB memiliki 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar. Pada Pemilu 2029, partai menargetkan penambahan kursi hingga mencapai **minimal 14 kursi**, sekaligus menargetkan kemenangan di Pilkada Kabupaten Blitar 2029.
Sebelum Musancab dilaksanakan, DPC PKB telah membentuk Tim TPPK yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepengurusan DPAC selama lima tahun terakhir. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan apakah kepengurusan di tingkat kecamatan dipertahankan atau dilakukan regenerasi.
Penguatan Basis Ideologis
Rifa’i menegaskan penguatan basis ideologis partai menjadi strategi utama yang akan dijalankan kepengurusan periode 2026-2031. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan target meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar.
Menurutnya, penguatan organisasi tidak akan berjalan tanpa memperkuat basis ideologis partai. Ia meyakini PKB merupakan salah satu partai yang memiliki basis ideologi kuat sehingga pembinaan terhadap konstituen tradisional harus menjadi prioritas sebelum memperluas dukungan dari pemilih yang belum menentukan pilihan politik.
“PKB adalah partai berbasis ideologi. Karena itu, satu sampai dua tahun pertama kami fokus memperkuat basis-basis PKB terlebih dahulu melalui pembinaan yang berkelanjutan. Setelah basis kita semakin solid, baru kita bergerak menjangkau pemilih yang masih mengambang,” ujarnya.
Blitar Menghijau: Simbol Kebangkitan Partai
Fenomena “Blitar Menghijau” saat Musancab nanti diprediksi akan berlangsung hingga puncak acara pada 9 Agustus 2026. Nuansa hijau yang menyelimuti Bumi Penataran menjadi saksi bisu bagaimana dinamika politik internal partai mampu mengubah wajah sebuah kabupaten, sekaligus menjadi pertanda bahwa regenerasi kepemimpinan PKB di tingkat kecamatan telah dimulai.
Wakil Ketua Umum DPP PKB, **Cucun A. Syamsurijal**, sebelumnya telah menegaskan bahwa konsolidasi partai harus dilakukan secara masif dan terstruktur. “Pesan Ketua Umum jelas, kita harus menanamkan sikap ‘Merawat Akar, Menyapa Zaman’. PKB tidak boleh tercerabut dari dasar tradisi dan konstituennya, tetapi juga harus adaptif, progresif, dan responsif terhadap perubahan zaman yang bergerak cepat,” tegas Cucun saat membuka Muscab beberapa waktu lalu.
Ribuan kader yang akan berkumpul di Kampung Coklat menjadi bukti nyata bahwa PKB hadir untuk memperkuat persaudaraan dan membangun masa depan Kabupaten Blitar yang lebih baik. Masyarakat Blitar pun menanti dengan penasaran, siapa di antara para kader terbaik yang akan memimpin partai di masing-masing kecamatan untuk lima tahun ke depan. (*)
![]()