PKBBLITAR.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blitar akan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Blitar pada 8-9 Agustus 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kampung Coklat, Kabupaten Blitar, ini menjadi momentum penting dalam konsolidasi organisasi dan regenerasi kepengurusan di tingkat kecamatan menjelang Pemilu dan Pilkada 2029.
Musancab, Ajang Konsolidasi dan Regenerasi
Musancab merupakan forum musyawarah di tingkat PAC yang bertujuan melakukan konsolidasi internal, mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, serta memilih dan menyusun kepengurusan baru di tingkat kecamatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyongsong kontestasi politik lima tahun mendatang, sekaligus wujud komitmen PKB dalam memperkuat struktur partai hingga ke akar rumput.
Sebelum Musancab dilaksanakan, DPC PKB telah membentuk Tim TPPK yang bertugas melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kepengurusan DPAC selama lima tahun terakhir. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan apakah kepengurusan di tingkat kecamatan dipertahankan atau dilakukan regenerasi.
Target 14 Kursi DPRD dan Kemenangan Pilkada
Di bawah kepemimpinan Ketua DPC PKB Kabupaten Blitar, Muhammad Rifa’i, partai berlambang bola dunia ini memasang target ambisius pada Pemilu 2029. Saat ini PKB memiliki 11 kursi di DPRD Kabupaten Blitar. Pada pemilu mendatang, Rifa’i menargetkan penambahan kursi hingga mencapai minimal 14 kursi.
“Target minimal kita adalah 14 kursi pada Pemilu 2029. Dan, target utama kita adalah memenangkan Pilkada Kabupaten Blitar 2029,” tegas Rifa’i.
Rifa’i menyebut target tersebut menjadi komitmen bersama seluruh jajaran partai. Penguatan struktur, konsolidasi kader, hingga penyelesaian pembentukan seluruh perangkat organisasi menjadi prioritas dalam enam bulan pertama kepengurusan.
Fokus Regenerasi dan Peremajaan Pengurus
Salah satu target utama pelaksanaan Musancab adalah menciptakan ruang yang lebih luas bagi generasi muda, termasuk kaum milenial dan Gen Z, untuk berkiprah dalam struktur organisasi partai. Jajaran Dewan Tanfidz periode 2026-2031 didominasi kader muda dari kalangan milenial dan Generasi Z, sementara para pengurus senior ditempatkan di jajaran Dewan Syuro sebagai pengarah organisasi.
“PKB harus berani memulai regenerasi kepemimpinan. Ini bukan berarti menafikan pengurus lama, tetapi bagaimana memberikan ruang kepada generasi baru, termasuk Gen Z dan milenial, untuk masuk dan menjadi bagian dari perjalanan partai,” ujar Rifa’i.
Peran vital pengurus lama tetap dijaga melalui Dewan Syuro yang bertugas menjaga nilai dan ideologi partai, sementara generasi muda didorong menjadi motor utama dalam Dewan Tanfidz.
Penguatan Basis Ideologis
Rifa’i menegaskan penguatan basis ideologis partai menjadi strategi utama yang akan dijalankan kepengurusan periode 2026-2031. Langkah tersebut berjalan beriringan dengan target meningkatkan perolehan kursi DPRD Kabupaten Blitar.
Menurutnya, penguatan organisasi tidak akan berjalan tanpa memperkuat basis ideologis partai. Ia meyakini PKB merupakan salah satu partai yang memiliki basis ideologi kuat sehingga pembinaan terhadap konstituen tradisional harus menjadi prioritas sebelum memperluas dukungan dari pemilih yang belum menentukan pilihan politik.
“PKB adalah partai berbasis ideologi. Karena itu, satu sampai dua tahun pertama kami fokus memperkuat basis-basis PKB terlebih dahulu melalui pembinaan yang berkelanjutan. Setelah basis kita semakin solid, baru kita bergerak menjangkau pemilih yang masih mengambang,” ujarnya.
![]()